Archive for the ‘ Bisnis ’ Category

Rahasia Sukses George Soros

Pada akhir abad ke-20 serta memasuki awal abad ke-21 sekarang ini, publik bisnis global tak bisa mengesampingkan sosok investor dan pebisnis sukses asal Amerika Serikat (AS). Dialah George Soros. Walau badai krisis moneter menggetarkan dunia di akhir abad ke-20, Soros tak bergeming melakukan terobosan bisnisnya di berbagai wilayah benua. Demikian juga di awal abad ke-21 para investor global kelimpungan dengan resesi ekonomi yang menerpa AS, Soros tak mau takluk dengan situasi resesi. Dia terus tampil dengan ide dan gerakannya yang brilian, terkadang melampaui kebijakan ekonomi negeri Paman Sam.

Banyak karya yang dihasilkan Soros dalam mengisahkan ihwal kesuksesan yang dirainya, tetapi kisah sukses dalam soal investasi dan kecerdasan terangkum semuanya dalam bukunya bertajuk “The Alchemy of Finance: Rumus Sukses Dunia Finansial dan Investasi”. Buku ini merupakan kejutan bagi pasar dunia, karena Soros berani berbagai kisah suksesnya. Soros bersiap diri menerima tantangan dari para pesaing bisnisnya dengan melunsurnya buku ini. Bagi Soros, walaupun pesaingnya mengetahui kiat suksesnya melalui buku ini, tetapi Soros tetap yakin bahwa jalan sukses akan selalu datang dalam setiap gerak manusia yang teguh dengan konsistensi dan kreativitasnya. Soros berbagai agar publik bisnis dunia bisa keluar dari jeratan krisis moneter dan resesi ekonomi global yang terkadang bisa datang setiap saat. Dan pebisnis harus siap dengan berbagai strategi jitu yang visioner.

Bagi seorang pedagang (trader) yang menjadi matang pada paro kedua era 1970-an dan 1980-an yang penuh kehebohan, The Alchemy of Finance merupakan sebuah buku yang agakl revolusioner. Ingatlah bahwa ini merupakan periode di mana kelanjutan tren dan indeksasi merupakan sebuah mantra dalam berinvestasi. Waktu itu masa dimana analisis teknis (studi mengenai pergerakan harga sebagai alat produksi)mencapai titik tertinggi. Para pedagang generasi Soros mempersenjatai diri dengan berbagai bagan dan grafik hasil komputer yang memprediksi arah harga di masa depan.

The Alchemy of Finance merupakan kejutan tiba-tiba. Buku ini memungkinkan kita mengambil langkah maju dengan terlebih dahulu mundur selangkah, dengan maksud bahwa untuk menjelaskan berbagai peristiwa yang tampaknya begitu rumit dan memusingkan. Selama sebuah era di mana begitu banyak uang diperoleh dalam peristiwa-peristiwa mencengangkan, teori Soros ihwal refleksivitas merupakan upaya modern non-teknis pertama untuk menggambarkan dan meramalkan dinamika yang bermain di kalangan para partisan.

Di samping itu, Soros juga menggambarkan dinamika yang terjadi di jalur antara titik-titik ekstrim valuasi dan keseimbangan di pasar. Hal ini terutama penting bagi rata-rata investor. Sudah berapa kali kita mengambil keputusan tepat dengan mengambil posisi long (beli) di saat mendekati titik nadhir atau posisi short (jual) di saat mendekati titik puncak pergerakan harga? Namun, daya tahan kita dalam kedua posisi tersebut selama ini lemah (demikian juga imbal hasil kita) akibat ketiadaan pemahaman mengenai jalur pergerakan harga yang sebenarnya. Soros memberi kita pandangan kritis mengenai jalur itu dan oleh karenanya kepercayaan diri yang lebih besar dalam investasi kita. Semua itu menyumbang 70 % dari upaya investasi yang sukses.

The Alchemy of Finance bukan sekedar memberikan pedoman kisah sukses Soros, tetapi juga merekam sejarah ekonomi dan politik kontemporer yang brilian. Panduan investasi dan strategi berekonomi dia rakit dengan cerdas. Kecerdasannya terlihat karena Soros begitu mengerti dalam menjelaskan kondisi perenomian yang terakit dengan politik global. Peta politik global ia kuasasi, sehingga jurus ekonomi yang dikeluarkan tidak akan ‘melukai’ peta ekonomi yang sedang berkembang. Bahkan dia mencoba melakukan kompromi politik agar gerak ekonominya tidak bertentangan atau berseberangan dengan agenda politik global. Bukan berarti ia pragmatis ketika bersentuhan dengan peta politik, tetapi Soros membangun strategi ekonomi yang cerdas, sehingga bisa diterima semua pihak.

Keluasan pengetahuan dibarengi dengan keberanian dalam spekulasi menjadikan Soros sebagai sosok brilian yang tegar setiap menghadapi persoalan. Serumit apapun yang dihadapi, Soros tetap berusaha tenang menghadapinya, tidak tergiur oleh kriuhan suasana yang gampang menipu. Ketegaran dan ketegasannya di tengah keriuhan inilah yang menjadikannya sebagai prototipe pebisnis yang terus diamati publik. Publik bisnis, bahkan juga publik politik, selalu menunggu langkah-langkah Soros yang penuh kejutan, sehingga bisa memberi inspirasi dalam melangkah.

Bukan sekedar dunia bisnis dan politik yang kuasasi, Soros juga cerdas dalam persoalan sosial. Ia dikenal sangat peduli dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Dengan hartanya yang melimpah, Soros dikenal sangat dermawan menyangkut persoalan sosial kemasyrakatan. Bahkan Paul Tudor menyebutnya sebagai sosok paling dermawan dalam sejarah abad ke-20. Banyak yayasan Soros dirikan dan yayasan Soros selalu membuka terobosan baru dalam melakukan rekayasa sosial. Bukan uang saja yang ia dermakan, tetapi ide cerdas dan gerakan sosial yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Iya, Soros menjadi sebuah buku yang menarik untuk dibaca dan dikaji dengan seksama.

Oleh Muhammadun AS

Bisnis Penjualan Helm

Memulai Bisnis Penjualan Helm Sepeda Motor
Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang cukup familiar dan
sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya di daerah Jogja.
Masyarakat Jogja lebih memilih sepeda motor sebagai penunjang mobilitas
sehari-hari karena dirasa cukup efektif dimana nilai ekonomisnya dan juga
kondisi jalan raya yang tidak terlalu lebar. Setiap tahun pengguna sepeda
motor di Jogja semakin mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Bertambahnya pendatang, baik yang menetap atau hanya tinggal sementara,
menjadi salah satu faktor meningkatnya sepeda motor.Hal ini tentunya
memberi konsekuensi terhadap semakin meningkatnya terjadinya kecelakaan
sehingga salah satu sarana untuk mengurangi hal tersebut adalah
diberlakukannya kewajiban untuk menggunakan helm sebagai perlengkapan
berkendara.
Anton Budi, salah satu pedagang helm di daerah Kotabaru yang merupakan
pusat penjualan helm di Jogja. Sejak kecil Anton sudah akrab dengan helm
karena orangtuanya merupakan pioner pedagang helm di Kotabaru, Jogja, pada
tahun 1980-an. Setamat sekolah menengah atas, Anton memutuskan untuk
menikah usia muda. Karena tidak mempunyai pendapatan, ayahnya memberikan
modal untuk berdagang helm sendiri mulai dari nol.
Dengan uang Rp15 juta, dia memulai usaha ini untuk membuat kios semi
permanen dan membeli helm. Modal yang ada hanya cukup untuk menyediakan
helm dengan beberapa jenis saja karena usaha penjualan helm termasuk  modal
tinggi.
Helm yang dijual di kiosnya saat ini berbeda jenisnya dengan jenis helm
ketika saat awal memulai usaha, hal ini kaitannya dengan diberlakukannya
peraturan penggunaan helm standar. Jenis-jenis helm uang dijual Anton saat
ini yaitu:
-     Half face, standar biasa dengan kaca
-     Full face atau teropong, dengan pelindung mulut (=cakil)
-     Double face, paduan antara half face dan full face
-     Cross, untuk olahraga motocross
-     Anak-anak
Selain menjual helm, Anton juga menyediakan jasa perbaikan helm dan
penggantian kaca helm serta menjual pernik-pernik pengendara sepeda motor
seperti kaos tangan, masker dan slayer.
Helm-helm ini diperoleh dari berbagai produsen merek helm di Jakarta. Akan
tetapi dengan semakin banyaknya permintaan helm, sekarang banyak ditemui
agen atau distributor-distributor helm di Jogja sehingga tidak perlu
mengambil ke produsen di Jakarta.
Pada awalnya, untuk pedagang pemula harus mendatangi produsen/distributor
untuk mengenalkan diri dan memberikan keterangan tempat usahanya. Pedagang
diminta membayar kontan kepada produsen atau distributor untuk mendapatkan
helm-helm tersebut.
Setelah melihat perkembangan usaha dan tingkat kepercayaan mulai bagus,
biasanya distributor mau melayani pembelian dengan cara pembayaran tempo.
Hampir 70% ditributor menerapkan pembayaran tempo. Harga dari masing-masing
agen bervariasi, pada item-item tertentu harga lebih mahal dari agen
lainnya atau sebaliknya bisa lebih murah.
Peralatan dalam penjualan helm sebenarnya tidak banyak, hanya alat untuk
membersihkan helm saat dipajang di rak karena terkena debu jalan. Kecuali
untuk jasa perbaikan helm dan penggantian kaca helm, dibutuhkan alat-alat
seperti tang, obeng, gunting, lem, pisau potong dan sejenisnya. Sedangkan
untuk pengankutan dari gudang ke kios menggunakan mobil box.
Selama menjalankan usaha penjualan helm, ada poin-poin pada umumnya yang
menurut Anton perlu diperhatikannya, yaitu item produk lengkap sehingga
calon konsumen memiliki banyak pilihan.
Poin kedua, harga bersaing karena tingkat persaingan di daerah Kotabaru
cukup tinggi sedangkan kualitas produk pada umumnya sama karena diperoleh
dari sumber yang sama. Yang ketiga, pelayanan yang baik terhadap konsumen
sehngga mereka mau melakukan transaksi. Hal-hal yang dikerjakan pada usaha
penjualan helm tidaklah rumit sebagaimana usaha perdagangan lainnya. Begitu
calon konsumen datang, mereka akan melihat-lihat display untuk mencari helm
yang mereka minati
Karyawan bagian penjualan akan menunjukkan harga dan alternatif jenis
produk lainnya. Setelah calon konsumen cocok dengan helm yang ditawarkan,
biasanya calon konsumen akan mengajukan penawaran. Pada saat itu, karyawan
akan berkonsultasi dengan pemilik berapa harga minimal sehingga helm bisa
dilepas ke konsumen.
Di Jogja, Kelurahan Kotabaru dikenal merupakan tempat penjualan helm sepeda
motor. Di sepanjang jalan Abu Bakar Ali terdapat 8-9 penjual helm dengan
menggunakan kios semi permanen berbentuk tenda terbuka seperti tenda yang
biasa digunakan untuk hajatan di luar ruangan dengan rangka besi, tidak
terkecuali kios helm milik Anton Budi.
Bagian belakang tenda menempel pada pagar bangunan dan pada sisi tersebut
diletakkan rak-rak kayu sebagai tempat memajang helm. Sedangkan
pernik-pernik lainnya yang dijual hanya digantung pada rangka-rangka tenda.
Manajemen
Dalam menjalankan usahanya, Anton dibantu oleh 6 orang karyawan. Di bagian
penjualan dan servis ada 3 orang karyawan yang bertugas melayani calon
pembeli dan menangani servis atau ganti kaca helm. Tiga orang sisanya
bertugas di bagian bongkar muat yang bekerja pada saat bongkar muat barang
ketika hendak mulai aktivitas penjualan di pagi hari dan mengangkut dari
gudang ke kios serta di malam hari bongkar muat untuk dibawa dari kios ke
gudang. Tak jarang pula, Anton dan keluarganya terjun langsung melayani
calon pembeli.
Pemasaran
Pada perkembangannya, helm bukan lagi semata-mata perlengkapan keselamatan
dalam berkendara, tetapi sudah mengarah ke fashion. Banyak produk-produk
helm sekarang yang didesain sedemikian rupa sehingga menarik minat pembeli,
terutama kalangan anak muda. Sebenarnya, konsumen merata dari berbagai usia
. Hanya saja, untuk konsumen kalangan muda lebih cenderung selektif
mengenai desain dan harga daripada orang tua. Helm-helm yang diminati
kalangan muda mempunyai desain yang cukup atraktif dan gaul serta harganya
pun biasanya diatas Rp100.000,- per unitnya.
Sedangkan untuk konsumen kalangan orang tua cukup dengan kualitas standar
dan harga terjan.gkau. Sebagian konsumen Anton 90% berdomisili di DIY, baik
warga menetap atau sementara. Pada umumnya, kualitas helm standar sesuai
dengan merek dan jenisnya. Setiap pedagang bisa menjual helm yang sama
dengan helm milik pedagang lainnya sehingga tingkat persaingan kualitas
hampir tidak ada. Untuk mengatasi hal itu, Anton menerapkan strategi dengan
menyediakan  item produk selengkap mungkin sehingga calon pembeli mempunyai
banyak pilihan dan Anton berani dalam mematok harga lebih murah untuk
bersaing asalkan modalnya dapat berputar cepat. Harga helm yang dipatok
antara Rp30.000 â€" Rp 400.000 per unitnya.
Saat ini, untuk pemasaran, Anton dan para pedagang helm di Kotabaru pada
umumnya tidak melakukan promosi khusus untuk memasarkam helmnya.
Menurutnya, Kotabaru merupakan “daerah basah�, sudah menjadi ikon tempat
penjualan helm di Jogja. Selama pelayanan ke konsumen bagus, konsumen
dengan sendirinya akan memporomosikan tempat tersebut kepada orang
â€"orang yang mereka kenal, sistem promosi dari mulut ke mulut atau gethok
tular. Di sepanjang jalan Abu Bakar Ali Kotabaru terdapat 9 pedagang helm
dan tidak semuanya mulai usaha ini dari awal, tetapi hanya sebagai pengikut
dari pedagang yang sudah ada sebelumnya. Satu demi satu akan menghilang
sesuai dengan seleksi alam.
Pada proses pemasaran, kendala yang sering dan rutin dihadapi adalah
kemudahan dalam memperoleh barang pada saat permintaan tinggi, terutama
menjelang lebaran. Pada saat lebaran sangat sulit mendapatkan barang.
Permasalahan timbul karena permintaan terjadi secara serentak seluruh
Indonesia sehingga produsen kewalahan dalam memenuhi permintaan dari agen
atau pedagang eceran.
Dengan kondisi yang seperti itu, maka produsen memprioritaskan untuk
memenuhi permintaan kota-kota besar terlebih dahulu seperti Jakarta dan
Surabaya. Setelah permintaan kedua kota tersebut terpenuhi, baru distribusi
dialihkan ke Jogja. Sedangkan untuk waktu-waktu normal selain menjelang
lebaran, untuk memperoleh barang cukup mudah, terlebih lagi sudah banyak
agen-agen helm di Jogja.
Keuangan
Pada awal memulai usaha penjualan helm, 7 tahun yang lalu, Anton mendapat
pinjaman modal dari bapaknya sebesar Rp15juta. Dari sejumlah uang tersebut,
Rp 4juta digunakan untuk sarana berdagang seperti rak, terpal, rangka tenda
dan peralatan lainnya. Sisanya, Rp11juta untuk membeli helm yang jumlahnya
tidak begitu banyak, yang penting cukup kelihatan kalau ada usaha penjualan
helm.
Dalam penjualan, rata-rata omset per hari mencapai Rp3juta yang diperoleh
70% dari penjualan helm dan sisanya, 25%-30% dari servis dan penjualan
pernik-pernilk perlengkapan berkendara lainnya.
Dari omset tersebut, justru margin dari penjualan helm tidak lebih dari 10%
sedangkan margin dari servis helm dan penjualan perlengkapan berkendara
lainnya bisa mencapai margin 50%. Memang, biasanya masing-masing pedagang
mempunyai produk-produk  helm unggulan dimana penjual lain tidak memiliki
atau sulit mendapatkan.
Dari item-item unggulan inilah keuntungan maksimal dari penjualan helm bisa
diperoleh. Anton sendiri keberatan untuk menyebutkan jenis dan margin dari
penjualan item tersebut. Biaya operasional tidak terlalu banyak, bagian
terbesar adalah untuk memberi upah kepada 6 orang karyawannya.
Analisa Ekonominya:PendapatanOmset penjualan   : Rp. 1.500.000,00 x
30 hari = Rp. 45.000.000,00RincianHelm   (70%)             : 0.7 x Rp.
45.000.000,00     = Rp. 31.500.000,00Servis  ( 30%)          : 0.3 x Rp.
45.000.000,00     = Rp. 13.500.000,00PengeluaranPembelian helm           :
0,9 x  Rp. 31.500.000,00    = Rp. 28.350.000,00Bahan baku servis        :
0,5 x  Rp. 13.500.000,00    = Rp.  6.750.000,00Jumlah    
= Rp. 35.100.000,00Tenaga kerjaKaryawan servis
         : 3 orang x Rp. 900.000,00    = Rp. 2.700.000,00Karyawan bongkar
muat    : 3 orang x Rp. 500.000,00    = Rp. 1.500.000,00Jumlah           
                                      = Rp. 4.200.000,00Total Pengeluaran:
Rp. 35.100.000,00 + Rp. 4.200.000,00 = Rp. 39.300.000,00Keuntungan       :
Rp. 45.000.000,00 – Rp.39.300.000,00 = Rp. 5.700.000,00
(Sumber: Tim BisnisUKM)
Sumber gambar:
http://oto.detik.com/images/content/2009/04/02/648/HELM-SNI2-DALAM.JPG
Posted by admin on February 16, 2010.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com