Sejarah Emoticon Mulai Versi Jadul Hingga Dunia Maya

Misteri Smiley di Teks Pidato Lincoln

Suka pakai emoticon? Itu lho lambang atau logo ekspresi perasaan. Ternyata, hal itu dipakai sejak zaman dulu kala lho.

UNTUK mengekspresikan senyum, memang tidak harus dilakukan dengan tatap muka. Apalagi kalau kita lagi online, nulis surat, atau SMS-an. Maka, perlu simbol-simbol yang bisa mewakili ekspresi. Biasanya, kita pun memakai emoticon. Dengan simbol tersebut, kita akan tahu ekspresi lawan bicara walaupun nggak tatap muka.

Simbol emoticon memiliki sejarah yang cukup panjang. Logo atau lambang itu muncul pada era 1800. Tepatnya pada 30 Maret 1881. Emoticon tertua yang tercantum dalam typographical art muncul pada majalah America Puck.

Dalam typographical art tergambar ekspresi wajah full dengan rambut, mata, dan mulut. Unsur itu bergabung membentuk ekspresi gembira, melankolis lemah lembut, gaya acuh tak acuh, dan gaya terkesima alias keheranan.

Empat style tersebut di atas merupakan ekspresi wajah yang cukup natural. Hal itu melambangkan berbagai karakter dasar manusia, seperti periang, melankolis, cuek, dan heran. Setelah itu, bukti-bukti tentang seputar emoticon mulai bermunculan.

Bahkan, mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln turut menyemarakkan munculnya emoticon. Memang, hal itu tidak muncul langsung dari tangan Lincoln, melainkan dari tim arsip digital Proquest stumbled across. Tim tersebut yang mengubah pidato lisan dari Lincoln ke dalam bentuk teks.

Pada pidato itu jelas bertulisan, There is no precedent for your being here yourselves (applause and laughter;). Pidato itu dilayangkan pada 1862. Kemudian diarsipkan tim digital Proquest pada 2004. Jika sedikit jeli, ambang terakhir itu sangat ambigu apakah berfungsi sebagai kurung tutup atau emoticon?

Perkembangan zaman tentu membawa pula pada perkembangan emoticon. Pada 19 September 1982, ilmuwan yang yang berasal dari Carnegie Mellon University, Scott Elliott Fahlman, memperkenalkan smiley pertama.

Bedanya, smiley itu disampaikannya pada pesan elektronik lewat media internet. Dia ingin memberikan gambaran kepada orang-orang yang ingin membuat posting-an di internet. Bahwa dengan logo itu, bisa dibedakan apakah posting-an itu bersifat serius dan berbobot atau lelucon.

Dengan keberhasilan Fahlman memasyarakatkan emoticon di dunia maya, dia mendapat julukan The Father of Smiley. Hingga saat ini, posting-an pada forum-forum dunia maya memakai simbol-simbol untuk mengetahui jenis posting-an. Meski, sudah ada penggolongan sesuai bidang posting-an. Aneka gambar akan kita temui jika sering nongkrong di forum-forum tersebut.

sumber : http://www.jawapos.co.id/deteksi/

  1. Oktober 31st, 2013
  2. Juli 2nd, 2015
    Trackback from : vacuole analogy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: