“Kawin Sedarah” Keluarga Charles Darwin Diganjar Oleh Alloh Swt

Tidak ada satupun hal yang diharamkan Al-Qur’an yang tidak mengandung madharat (bahaya). Kalaupun dari segi tertentu manfaat bisa ditemukan, tetap saja madharat lebih mendominasi. Kalaulah madharat tersebut tidak langsung menimpa individu, ia bisa menimpa keluarga,
atau masyarakat luas. Ini pula yang terjadi dalam kasus anak turun Charles Darwin.
Seperti yang di kutip Viva News, keluarga Charles Darwin mendapat kesulitan dalam hal kesehatan akibat perkawinan dengan keluarga dekatnya. Temuan ini berdasarkan studi terbaru yang mengungkap ironi kehidupan pencetus teori evolusi itu.

Darwin yang menemukan teori sifat genetik mempengaruhi kelangsungan hidup organisme, baik individual maupun spesies, seumur hidupnya mempertanyakan, apakah perkawinannya dengan sepupu pertamanya, Emma Wedgewood memiliki ‘efek jahat perkawinan sedarah’, yang dia pelajari dari tumbuhan maupun hewan.

Tiga anaknya Darwin meninggal sebelum berusia 10 tahun, dua diantaranya terserang penyakit menular. Sedangkan yang selamat sakit-sakitan.

Menurut peneliti Ohio State University dan Universidad de Santiago de Compestela Spanyol, keluarga Darwin diduga menderita masalah reproduksi.

Perkawinan sedarah bisa menyebabkan masalah kesehatan. Gen pembawa sifat yang buruk lebih besar muncul pada anak dari perkawinan sedarah dibanding anak dari perkawinan tidak sedarah.

Sebaliknya, jika gen kedua orang tua memiliki juga gen pembawa sifat yang baik, maka kemungkinan gen sia anak memiliki sifat yang baik juga lebih besar.

Studi terbaru ini dimuat secara rinci dalam jurnal Bioscience, memasukan data silsilah keluarga Darwin Wedgwood ke dalam program komputer khusus yang menghasilkan “koefisien pernikahan sedarah” yang menunjukan kemungkinan satu individu mendapatkan dua salinan gen yang dihasilkan dari pernikahan antar kerabat.

Hasilnya, mengungkapkan pernikahan sedarah adalah faktor yang mungkin jadi penyebab lemahnya kesehatan anak anak hasil perkawinan sedarah.

Anak-anak Darwin menderita dampak buruk pernikahan sedarah dalah derajat yang ‘moderat’. Jika praktek perkawinan antar kerabat diteruskan, analisa menunjukan keterkaitan antara kematian anak usia dini dan perkawinan sedarah makin kuat,

Penelitian juga mengungkap bahwa pernikahan antar kerabat adalah praktek yang biasa di keluarga Darwin.

Ibu Darwin dan kakeknya juga bernama belakang Wedgwoods nama yang sama dengan istrinya. Kakek dan nenek Darwin masih keluarga dekat, sepupu ketiga.

Dari penelitian yang didasarkan catatan kelahiran dan kematian ditemukan, pada akhir abad ke 19 perkawinan sedarah adalah hal yang biasa di keluarga kaya dan terpandang. Mereka berharap perkawinan untuk bisa menghasilkan keturunan yang baik.

Selain meneliti silsilah, para peneliti juga mengkaji DNA dan analisa radiologi tulang untuk meneliti warisan genetik. Jenis penelitian ini juga dilakukan terhadap mumi.

Pada Februari 2010, sebuah tim peneliti internasional mengumumkan temuannya, bahwa koefisien perkawinan sedarah yang derajat tinggi diduga kuat menyebabkan kematian diri anak firaun, Raja Tutankamun.

Akibat negatif perkawinan sedarah juga diduga mengakhiri Dinasti Habsburg yang pernah memerintah Spanyol selama hampir 200 tahun.

Firman Allohh SWT :
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS An Nisaa`: 23)

Wallohu A’lam

  1. Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Pompa Turbin pertama di Kabupaten Sikka”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan mohon diberi komentar. Terima kasih.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: