Cerita Mistik Makam Mbah Priok

Insiden bentrok warga dengan satpol pp di komplek pemakaman Mbah Priok Koja Jakarta utara,meninggalkan banyak cerita mistik.

Salah satunya adalah dihadangnya pasukan satpol ppoleh makhluk halus di makam mbah priok.
Ceritanya sekitar pukul 10, 30 WIB lebih dari seribu anggota satpol pp sudah tiba di komplek pemakaman, begituturun dr mobil rombongan satpol pp langsung bergerak menuju makom.
Wush….! Mereka berhasil melewati gerbang makam.
Tapi saat akan melangkah menuju makom langkah mereka terhenti. Stop….!
Merekaa tak dapat melanjutkan langkah padahal saat itu mereka hanya berhadapan dengan sekitar 50an warga yg sejak pagi sudah berjaga jaga mengamankan makam.
Saya yakin pasukan satpol yg jumlahnya ribuan itu dihadang makhluk halus yg dikirim Alloh untuk mengamankan makom, ujar seorang ustadz yg biasa berziaroh ke makam mbah priok.
Karena langkah pasukan satpol pp yg jumlahnya ribuan itu terhenti dan jumlah warga yg ada di situ hanya 50an, maka tak ada perlawanan. Wargapun kemudian pulang karena takut menghadapi petugas yg jumlahnya sangat tidak seimbang untuk makan siang dan sholat dzuhur, lalu datang lagi dgn jumlah yang lebih banyak. ops ada strategi rupanya hehehe (admin)
Bentrokanpun tak dapat di hindari.
Kesaksian seorang ustadz mengenai makhluk halus yg menghadang satpol pp ini diperkuat dg fakta bahwa usaha menggusur makom mbah priok selalu gagal. insa Alloh,,Dia akan membela warga dan ahli waris dalam mempertahankan makom mbah priok yg dikenal sebagai Wali dan ulama’.
Bentrokan yang melibatkan warga Koja dengan Satpol Pamong Praja di makam Mbah Priok mengakibatkan tiga anggota Satpol PP tewas.
Sebenarnya jumlah Satpol PP yang bertugas mengamankan eksekusi lebih banyak daripada jumlah warga yang melakukan perlawanan.
Mereka jumlahnya ribuan dan dilengkapi dengan pentungan dan tameng.Tapi, jumlah korban yang tewas justru dari pihak Satpol PP.
Faktanya tiga orang yang menjadi korban jiwa justru dari pihak aparat. Seorang petugas Sapol mengaku heran dengan kekuatan yang dimiliki warga di sekitar makam Mbah Priok.
Dalam menghadapi aparat, masih menurut petugsa Satpol PP itu, warga tidak taku. “Seperti punya kekuatan gaib,” ujar anggota Satpol. Larinya kencang, tidak punya rasa takut, dan panang menyerah.
Ia melihat banyak warga yang sudah dalam keadaan luka parah masih terus melakukan perlawanan. ‘Belum pernah saya menghadapi orang seperti ini. Biasanya kalau mereka sudah terluka dan menghadapi aparat dalam jumlah besar, langsung mundur. Ini tidak,” lanjut anggota Satgas PP yang mengaku sudah bekerja selama 10 tahun menjadi satgas.
Seorang petugas Palang Merah Iindonesia (PMI) Jakarta Utara juga mengaku salut atas keberanian warga menghadapi petugas.
“Kalau menurut hitungan akal sehat tak mungkin warga bisa menghadapi aparat yang jumlahnya ribuan,” papar petugas PMI yang tak bersedia disebutkan jatidirinya.
Benarkah warga di sekitar makam Mbah Priok memiliki tenaga gaib? Jawabannya bisa benar, bisa juga tidak.
Namun yang pasti, keberanian mereka melakukan perlawanan itu dirorong oleh rasa cinta mereka kepada almarhum Mbah Priok. Mbah Priok yang bernama lengkap Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain Ass Syafi’i Sunnira ini diakui sebagai wali. Dan memang, Mbah Priok amat berjasa dalam penyebaran agama Islam. Karenanya, makam Mbah Priok dianggap sebagai makam keramat.
Setiap hari ada saja yang datang untuk berziarah. Dan setiap diadakan acara khaul setahun sekali yang datang belasan ribu orang.
Bagi mereka mempertahankan eksistensi makam Mbah Priok adalah membela wali dan membela agama. Jika itu cara berpikirnya, apapun akan mereka hadapi. Nama daerah ‘Tanjung Priok’ ternyata ada kaitannya dengan Mbah Priok yang makamnya ada di kawasan pelabuhan Tanjung Priok.
Mbah Priok adalah sebutan bagi Habib Hasan Al Haddad. Ia adalah wali yang menyebarkan agama dari Palembang, Sumatera Utara sampai Jawa. Ceritanya, dalam rangka menjalankan misi penyebaran agama Islam, Habib Hasan al Hadad pergi meninggalkan tanah Sumatera. Dengan menggunakan kapal laut, Habib Hasan Al Haddad bersama seorang temannya, menempuh perjalanan laut selama dua bulan.
Selama perjalanan di laut, Habib mendapatkan banyak rintangan. Salah satunya adalah dihadang armada Belanda yang bersenjatakan lengkap. Kapal Habib pun dihujani meriam. Namun, meriam milik pasukan Belanda itu tak satupun mengenai kapal Habib.
Selamat dari kejaran Belanda, kapal Habib ditabrak ombak besar. Semua perlengkapan di kapal hanyut bersama gelombang. Yang tersisa hanya alat penanak nasi dan beberapa liter beras yang berserakan.
Selanjutnya, ombak lebih besar datang menghantam lebih keras dan membuat kapal terbalik. Kedua ulama itu terseret hingga ombak.
Habib Hasan Al Haddad ditemukan warga dalam keadaan sudah meninggal. Di samping jenazah Habib terdapat periuk dan sebuah dayung. Warga memakamkan jenazah Habib Hasan tak jauh dari tempatnya ditemukan. Sebagai tanda, makam Habib diberi nisan berupa dayung, serta diletakkan periuk di sisi makam. Al kisah, dayung yang dijadikan nisan itu tumbuh menjadi pohon ‘tanjung’. Sedangkan periuk yang diletakkan di sisi makam terseret arus ombak hingga ke tengah laut. Selama tiga hingga empat tahun setelah pemakaman itu, warga melihat periuk yang terbawa ombak kembali menghampiri makam Mbah Priok. Sebagian masyarakat meyakini nama daerah Tanjung Priok diambil dari cerita periuk dan tajung yang ada di makam Habib. Jika cerita mengenai nama Tanjung Priok boleh diperdebatkan, tetapi keberadaan jenazah Habib di situ semuanya sudah sepakat.
Makam Mbah Priok termasuk salah satu makam di DKI Jakarta yang dikeramatkan. Banyak orang datang untuk berziarah dan b erdoa di makam ini.

Mbah Priok adalah ulama dan wali yang berjasa dalam penyebaran agama Islam.Berziarah ke makam orang yang sudah meninggal, apalagi kalau ia adalah seorang ulama atau seorang alim sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berziarah agar mereka ingat akan kematian dan mendoakan orang yang diziarahi.
Namun demikian, banyak peziarah yang datang ke makam Mbah Priok bukan untuk mendoakan yang sudah meninggal. Mereka meminta doa kepada yang meninggal agar dirinya menjadi kaya, lancar usahanya, atau dimudahkan dalam mencari jodoh.
Suatu ketika pada tahun 2009, sepasang suami istri datang dari Ciputat, Tangerang, Banten. Dengan menumpang kendaraan umum, pasangan suami istri ini sengaja berziarah ke makam Mbah Priok.
Pasangan suami istri mengaku sering berziarah ke makam kramat untuk minta doa agar dimudahkan rezekinya. Sudah banyak makam keramat yang ia kunjungi, tetapi keinginannya untuk hidup lebih makmur belum juga terkabulkan. “Sudah banyak ziarah ke makam keramat, tapi saya masih begini-begini aja,” ujar suami dari pasangan ini.
Maka, mereka pun bersiarah ke makam Mbah Priok. Seperti biasa, mereka berzikir dan berdoa. Juga membaca buku Yaasin. Tidak ketinggalan, mereka membawa satu botol air mineral dibacain doa di tempat itu.
Ternyata, tidak sedikit orang yang berziarah untuk mendapatkan kemudahan rezeki di makam Mbah Priok.
Sekjen Forum Umat Islam (FU) Muhammad Al Khatat meluruskan masalah ziarah. Menurutnya, ziarah adalah perbuatan yang dianjurkan dalam agama Islam. Apalagi berziarah ke makam orangtua, ulama/alim, dan guru yang telah memberi kita ilmu.
Namun, Al Khatat mengingatkan agar peziarah tidak meminta sesuatu, seperti minta diberi kekayaan atau naik jabatan kepada yang sudah meninggal. Sebab, permintaah ingin kaya atau ingin sukses harus disampaikan kepada Allah, bukan kepada orang yang sudah meninggal. “Kalau meminta kepada yang sudah meninggal, syirik hukumnya,” tandas Al Khattat.

http://m.inilah.com/

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: