Engkau Tau Apa Yang Kau Mau

Engkau Tau Apa Yang Kau Mau

Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany Ahad Pagi, Tanggal 18 Rajab Tahun 545 H. Dunia itu adalah pasar. Sebentar lagi tutup. Maka tutuplah pandangan jiwa pada makhluk, dan bukalah pandangan pada Allah Azza wa-Jalla. Tutuplah pintu-pintu kesibukan kerjamu ketika hati sedang bersih, dan kedekatan rahasia batin dalam suasana khususmu, bukan dalam suasana umumnya orang, keluarga, dan anak buah.

Sekarang usahamu biar dilakukan oleh orang lain, hasilnya untuk yang lain, manfaatnya untuk yang lain. Carilah yang spesial dari anugerahNya, dan dudukkan nafsumu pada dunia, sedangkan hatimu pada akhirat, sedangkan rahasia hatimu bersama Alllah Azza wa-Jalla. Anda tahu, apa yang kau mau. Kaum Sufi, merupakan pengganti-pengganti para Nabi, maka terimalah apa yang dari mereka. Jalankan perintah-perintahnya, karena mereka memerintahkan kalian atas apa yang diperintahkan Allah Azza wa-Jalla dan RasulNya, mereka pun melarang kalian karena larangan Allah Azza wa-Jalla dan RasulNya. Mereka bicara dan memberi, maka kalian menerima. Mereka bergerak bukan karena selera dirinya dan nafsunya. Mereka tidak menyekutukan Tuhannya Azza wa-Jalla dalam beragama, tidak juga dengan hawa nafsu mereka. Mereka senantiasa mengikuti jejak Rasul saw, dalam ucapan dan tindakannya, karena mereka mendengar apa yang difirmankan Allah swt:
“Apa yang disampaikan Rasul padamu, maka ambillah dan apa yang dilarang bagimu maka jauhilah.” (Al-Hijr: 7)

Mereka mengikuti Rasul saw, hingga membawa mereka kepada Allah swt yang mengutusnya. Mereka mendekati Rasul saw, maka Rasul saw, mendekatkan mereka kepada Allah Azza wa-Jalla. Lalu Allah swt, mengeluarkan mereka dengan nama-nama panggilan, pakaian dan sejumlah aturan pada makhluk. Wahai orang-orang munafiq! Anda menyangka bahwa agama hanya sekilas numpang lewat saja, dan setiap perkara tidak ada pertanggungjawabannya? Bagi kalian tidak ada kemuliaan, juga bagi syetan-syetan kalian, bahkan bagi
kelompok-kelompok buruk kalian.
Ya Allah, terimalah taubatku dan taubat mereka, dan bersihkanlah mereka dari kemunafikan seperti itu, sucikan mereka dari syirik yang mengikat. Sembahlah Allah Azza wa-Jalla . Mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa-Jalla atas ibadah kalian dengan bekerja yang halal. Karena Allah Azza wa-Jalla mencintai hambaNya yang beriman yang taat, yang makan dari makanan halalnya. Allah mencintai orang yang memakan makanan yang halal, dan marah pada mereka yang makan pada makanan yang haram dan tidak melakukan amaliah. Allah mencintai orang yang bertauhid, dan membenci yang musyrik. Allah mencintai orang yang pasrah padaNya dan membenci orang yang kontra padaNya.
Diantara syarat cinta adalah berselaras denganNya. Dan syarat kebencian adalah kontra denganNya. Pasrahkan dirimu pada tuhanmu Azza wa-Jalla, dan relalah pada aturanNya di dunia dan di akhirat.
Ada hari-hari, dimana aku pernah diuji oleh Allah Azza wa-Jalla, lalu aku memohon kepadaNya agar ujian itu dikeluarkan. Justru Allah Azza wa-Jalla menambah ujian baru yang lebih berat. Lalu aku kebingungan dengan kenyataan itu. Tiba-tiba ada suara bicara padaku: “Bukankah anda bicara pada Kami pada awal permulaan penempuhanmu, bahwa kondisi jiwamu adalah kondisi pasrah total? Maka jagalah adabmu, dan diamlah!”
Celaka kalian ini. Kalian mengaku mencintai Allah Azza wa-Jalla, kenyataannya kalian mencintai selain Allah Azza wa-Jalla. Padahal Allah Azza wa-Jalla yang jernih bening, sedangkan selainNya pasti keruh. Bila anda mengotori dengan mencintai lainNya, maka semuanya jadi kotor. Allah mengujimu dengan apa yang pernah diujikan pada Nabi Ibrahim al-Khalil dan Nabi Ya’qub as, ketika keduanya punya kecintaan kepada anak-anak mereka, yang membungkus hati keduanya, maka Allah Azza wa-Jalla memberi cobaan kepada keduanya.
Begitu juga dengan Nabi kita Muhammad saw, ketika sayang kepada kedua cucunya Al-Hasan dan al-Husain, tiba-tiba Jibril as, datang, lantas berkata, “Apakah anda mencintai keduanya?” Nabi saw, menjawab, “Ya…!” Lalu Jibril as, berkata, “Salah satu dari keduanya nanti akan diracun, dan satunya lagi akan dibunuh.”
Maka Nabi saw, pun mengeluarkan keduanya dari hatinya, dan lebih menghamparkan jiwanya kepada Tuhannya Azza wa-Jalla, lalu rasa senang kepada keduanya berubah menjadi rasa susah. Karena Allah Azza wa-Jalla Maha cemburu kepada qalbu para NabiNya, para waliNya dan hamba-hambaNya yang saleh.
Wahai pemburu dunia yang telah membuatmu jadi munafik. Bukalah tanganmu, anda akan melihat sesuatu di sana. Hati-hati anda! Zuhudlah ketika bekerja, jangan sampai anda makan hak orang lain melalui agamamu. Bekerja itu merupakan aktivitas para Nabi semua. Tak satu pun diantara mereka, melainkan ada yang memiliki pekerjaan. Sedangkan di akhirat mereka hanya mengambil dari makhluk atas izin Allah Azza wa-Jalla.
Hai pemabuk dunia, wahai penikmat syahwat dunia dan problemanya, dalam waktu dekat anda sadar justru ketika di liang lahadmu.

http://www.sufinews.com/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: